Puisi Patarisit

K E L I R U

Nyalang mata berbiru rupa
Kupingku tersumbat saat diterpa
Dan kasih itu semu
Tertinggal dilalap jarum waktu

Maka jejak terhapus rindu
Mengunyah langit menjadi seteru
Indah tapi kaku bersembilu
Pada jumlah yang keliru

Malampun habis tertelan pagi
Menunggu murai mencaci maki
Kisah gelisah saja dilengkapi
Niskala nisbi tak bertepi

Sila terlipat berkata belum
walau cabik sebelum ranum
Sesaat bibir kaku terkulum
Usum yang harus dimaklum

Payakumbuh, 30 November 2020

 

 MELUKIS MENDUNG

Pagi yang menyapa murung
Memaksa mentari diam mematung
Secangkir kopi mengusir menung
Uapnya menari melukis mendung

Sesaat gerimis pun turun
memapah pelangi bertemayun lamun
anak-anak negeri muak bergelimun
berpeluk pandemi sepanjang kurun

Tak perlu memerah resah
Menakar tegak bersimbah kesah
Ketika percikannya menjadi latah
Dan aku terbiasa memasrah

Ranum hatimu menyirat pilu
Hangat menyentak belenggu sedu
Kutunggu senyum-Mu berlembar seribu
Menambat bidukku menyimpan rindu

Gubuk Literasi-PK, 3 Desember 2020

  

KOPI TANPA RASA

Sore  yang mencumbu angin
Pada sayap senja bermuara
Dersiknya urung menyapu dingin
Menyelinap masuk merayu luka

Pada tapal meja gulita
Aku mengunyah aroma malam
Hangatnya terjeda semisal rasa
Tanpa gulana kopi berasa

Gelap merangkak menyisir sepi
Menghitung kelamnya getir raksi
Hangat mengendus titik jantung
mereguk pekat terdiam mematung

Aku memahami isyarat pelipismu
Menggenggam retak erat bersembilu
Regukan menepi menelan ampasnya
Dan matamu melafalkan taksa

Payakumbuh, 4 Desember 2020

 

MENELAN SESUDUT SENYUM

Menunggumu di secangkir kopi
Aromanya menuliskan sepotong puisi
Sedang diamku bersama mendung
Dengan gemuruh tak berujung

Tembangku kurang merdu menyapamu
Hanya untuk mengusir lugu
Atau sekadar mengintip lukamu
Yang katanya rajin cemburu

Pagi menelan sesudut senyum
memberitakan mentari yang terkulum
Dan sisa hari menyamun
Hingga gerimis memapah turun

Kalender terdiam menatapku mematung
Menakar sepi dan murung
Penungguan yang ber-ending tersandung
Dan aku kembali berhitung

Kota Galamai-Payakumbuh, 4 Desember 2020

 

BIODATA PENULIS

Tosfayana Mawardi lahir di kaki Gunung Ma-rapi di desa Rao-Rao Kabupaten Tanah Datar,  Prov.  Sumatra Barat. Pendidikan  Terakhir S1 Universitas Islam Bandung. Pernah menjadi guru honorer di SMP, SMA dan MTsN Bidang studi Bahasa Arab dan Inggris. Lulus tes CPNS tahun 2009 di SDN 11 Patamuan, sekarang mengajar di SMPN 8 Payakumbuh. Karya solonya adalah Rendezvous Perjalanan, Sajak Huruf-huruf, Aku Ingin Lupa, Tiket Surga yang Tercecer serta aktif menulis di berbagai antologi.

Contact Person
WA
E-Mail
Facebook
:
:
:
08126798000
tosfayana026@gmail.com
Tosfayana Mawardi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here