Sastrawan pertama yang akan kita bahas kali ini adalah Chairil Anwar. Sosok ini begitu lekat dan fenomenal di dunia kesusasteraan Indonesia karena karya-karyanya yang luar biasa.

Salah satu karyanya yang begitu lekat di benak adalah karya yang berjudul “Aku”. Puisi tersebut dianggap sebagai tonggak sastra di tahun 45-an, karena isi dari puisi ini adalah suara hati yang ingin memberontak dari segala penindasan yang ada.

Berikut adalah salah satu karyanya yang berjudul “Senja di Pelabuhan Kecil”

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

Di antara gudang, rumah tua, pada cerita

Tiang serta temali.

Kapal, perahu tiada berlaut

Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

 

Gerimis mempercepat kelam

Ada juga kelepak elang menyinggung muram

Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan

Tidak bergerak dan kini tanah air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendirian.

Berjalan menyisir semenanjung

Masih pengap harap

Sekali tiba di ujung

Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat

Sedu penghabisan bisa terdekap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here